Dua Pelaku Penembak Polisi di Tol Cirebon Tewas Ditembak di Margasari Tegal

No Comment Yet

3def3af3-2e8c-497a-957a-f9aad5c58df8

Tribratanews.id– Tim Densus 88 Antiteror menembak mati dua dari empat menembak Polantas di Jalan Raya di Tol Kanci-Pejagan, Cipali, Jawa Barat. Tersangka Rajendra Sulistiyanto dan Ica Ardeboran terpaksa ditembak mati lantaran melawan petugas saat disergap di Desa Kalisalak, Kecamatan Margasari, Tegal.

Sementara dua lainnya diamankan dalam konndisi hidup dan kinia dibawa pengembangan. “Ada empat yang dilumpuhkan. Dua terpaksa ditembak mati karena melawan dan dua lagi ditangkap dalam keadaan hidup,” kata Kapolri Jendral Tito Karnavian, Senin (3/9/2018).

Dikatakan, kedua tersangka terkait jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Cirebon, Jawa Barat. Aksi penyerangan terhadap dua anggota PJR tersebut dilakukun a tersangka lantaran balas dendam mertuanya. “Jadi motifnya mertuanya dulu ditangkap. Mertuanya juga dulu JAD, lebih kurang sebulan yang lalu jadi mungkin dia balas dendam,” kata Tito.

Adapun Rajendra merupakan menantu Ahmad Surya yang ditangkap Densus 88 Antiteror di kawasan Perumnas, Jalan Tampomas D18 Kota Cirebon, 10 Juli 2018. Ahmad Surya juga disebut-sebut terlibat dalam aksi penyerangan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Ia menceritakan dua dari tiga pelaku yang tertembak sempat melarikan diri ke RS Slawi untuk mendapat perawatan. Tersangka mengaku sebagai polisi yang tertembak oleh penjahat. “Setelah tiga jam proses perawatan kemudian dia langsung lari. Kami sudah tahu dia anggota jaringan JAD,” jelas Tito.

Dari keterangan dokter, Tito mengatakan pelaku mengalami luka tembak yang parah di bagian perut dan mengeluarkan banyak darah. “Darahnya juga banyak keluar, kena dibagian perut. Kemudian tensinya saat itu sudah drop ke-72. Mungkin juga sudah meninggal, kita nggak tahu,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, anggota Ditlantas PJR Polda Jawa Barat Aiptu Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana ditembak sejumlah orang tidak dikenal. Mereka sehari-hari bertugas di Unit PJR Mertapada Tol Kanci-Pejagan. Peristiwa tersebut terjadi saat mereka melakukan patroli rutin sekitar pukul 21.30 WIB di wilayah Kanco-Pejagan

Pelaku langsung kabur. Untung, setelah penembakan itu, salah seorang korban yang masih sadar menghubungi pengelola tol untuk meminta bantuan. Dodon mengalami luka tembak di bagian dada kanan dan kiri, juga mulut. Setelah menjalani perawatan, dia dinyatakan meninggal dunia. Adapun Widi tertembak di dada kanan dan telapak tangan kiri.

Keduanya sempat dirawat di RS Mitra Plumbon, Jawa Barat. Namun, Ipda Dodon meninggal setelah menjalani perawatan medis secara intensif di CT Scan Post Mortem RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

(Tribratanews.id)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *