Ini Penyebab Roy Suryo Dilaporkan ke Polisi

No Comment Yet

nsvriqux0kgbgqihlrvm

Tribratanews.id-Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan oleh Frits Bramsy Daniel didampingi oleh Kuasa Hukum Muhammad Zakir Rasyidin Jumat (14/09/2018).

Frits dan Zakir melaporkan Roy dengan dugaan pencurian aset negara sebanyak 3171 unit yang bernilai hampir Rp 9 Milliar. Mereka melampirkan list aset negara yang belum dikembalikan oleh Roy yang dikeluarkan Kemenpora sebagai bukti.

“Nah sebagai rakyat Indonesia, Pak Frits ini adalah pelapor yang hari ini akan melaporkan tindak pidana dugaan pencurian itu, nah inilah yang kita coba sampaikan kepada Polres Metro Jaksel,” ujar Zakir di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018).

Meskipun saat ini proses mediasi antara Roy dan Kemenpora sampai saat ini masih berlangsung, ia tetap menganggap Roy Suryo melakukan tindak pidana mediasi biasa. Sementara mediasi, kata dia, dilakukan ketika ada sengketa perdata.

“Saya bilang tadi bahwa apa yg dilakukan pihak Roy itu condong ke Perdata, karena ada upaya mediasi yang coba dilakukan untuk mengclearkan persoalan ini, tapi saya lihat selaku kuasa hukum pelapor, bahwa ini ada dugaan tindak pidana, ada barang yang kemudian pindah tempat, apalagi nominalnya hampir Rp 9 milliar. Dikemanakan barang itu?” ujar Zakir.

Sementara itu Frits sendiri mengatakan seharusnya Roy Suryo sudah dapat mengembalikan barang ketika memang ia punya niatan. “Saya berpatokan begini, isu ini sudah beredar dari bulan juni. Kalau ada itikad baik harusnya satu bulan selesai ini sudah berapa bulan masa berapa bulan bergulir mau mediasi. Mada keluarkan surat panggilan keempat dulu baru ada niatan,” ujar Frits.

Kuasa hukum Roy Suryo, M. Tigor P. Simatupang, sebelumnya telah membantah tuduhan atas pengambilan aset milik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Bahkan ia menyebut Kemenpora mengkambing hitamkan Roy Suryo terkait polemik ini dan balik menuding barang milik negara (BMN) itu hasil mark up.

“Di Kemenpora (barang-barang yang menjadi tuduhan). Cuma, barang-barang ini semua kan mark up semua tuh, ya kan. Nah itu kan mungkin yang ngomong-ngomong kebagian juga kali kita enggak tahu juga, ya kan. Jadi mencari kambing hitam dong karena ada pemeriksaan BPK segala macem kan gitu, ya kan. Takut diperiksa KPK ya berarti cari kambing hitamlah yang paling empuk kan Pak Roy,” tutur Tigor.

(Tribratanews.id)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *