Polisi Ungkap Penggelapan 53 Mobil Salah Satu Korbannya Warga Korea

Tribratanews – Subdit 6 Ranmor Direktorat Kriminal Umum berhasil mengungkap penggelapan sebanyak 53 mobil dengan berbagai merek dan tipe.

Modus penggelapan mobil tersebut adalah dengan berpura-pura menjadi sopir, membeli mobil, menyewa, menerima tukar, menerima gadai dan menerima hibah.

Dalam pengungkapan tersebut, WNA asal Korea pun turut menjadi korban penggelapan mobil dari para tersangka yang nyaru menjadi sopir pribadinya. Peristiwa ini terjadi pada, Rabu 19 Desember 2019 di Gedung Menara Jamsostek Tower Utara, Jln Gatot Subroto Kav. 38 Kuningan Barat Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Berbekal dari LP/0710/K/XII/2018/Sek. Mampang, tanggal 27 Desember 2018, pihak Kepolisian segera melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus para tersangka.

“Tersangka AH merupakan eksekutor yang berpura-pura jadi sopir pribadi seorang warga Korea itu (Mr MK Kim) . Pada pagi hari ia sempat antar namun saat majikannya pulang si AH tak kunjung tiba,” kata Kepala Bidang Humas Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/3/2019).

Para tersangka berjumlah 7 orang mereka adalah AH (39), AB (45), ES (39), RH (39), AY (43), EL (43) dan HJ (44).

Tersangka berhasil menggondol mobil Toyota Kijang Innova Venturer milik warga Korea bernama MK Kim dan dijual kepada penadah bernama AB di Tegal, Jawa Tengah dengan harga Rp 65 juta, kemudian dari AB dioper lagi ke ES di Pemalang dengan harga Rp 105 juta berikutnya barang berpindah lagi ke AY di Surabaya dengan harga Rp 115 juta setelah itu berpindah tangan lagi ke HJ dan dilepas dengan harga Rp 125 juta dan terakhir berpindah lagi ke Simin (DPO) dengan harga Rp 150 juta.

“Rata-rata dijual keluar daerah dengan harga yang relatif murah dan cukup menggiurkan. Modalnya mobil dan STNK saja tanpa BPKB,” ulasnya.
Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 372 KUHP dengan pidana penjara maksimal 4 tahun dan Pasal 480 KUHP maksimal 4 tahun.

Ungkap Kasus Penadahan dan Jaminan Fidusia

Selain penggelapan mobil, Polisi juga berhasil mengungkap penadahan dan tindak pidana tentang jaminan fidusia. Hal ini tertuang dalam LP/146/II/2019/PMJ/Ditreskrimum tanggal 11 Februari 2019 dan LP/863/II/2019/PMJ/Ditreskrimum tanggal 11 Februari 2019.

Dari pengungkapan ini polisi turut mengamankan tersangka sebanyak 4 orang, mereka adalah CH 33), JK (30), RP (28) dan JB (51).

Selain pelaku, Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit mobil Toyota Vellfire warna putih dan dijual dengan harga Rp 95 juta dengan hanya bermodalkan STNK saja.

“Dijual batangan saja tanpa BPKB,” ujar Argo.

Akibat perbuatannya para tersangka dikenakan dengan Pasal 372 KUHP, 480 KUHP dan Pasal 36 UU No. 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia.

(Tribratanews.id/Yori)

BERITA TERKAIT

KOLOM KOMENTAR