Polres Gowa Tingkatkan Kasus Pembangunan Kota Idaman di Pattalassang ke Tahap Penyidikan

Tribratanews- Perjalanan panjang proses penyelidikan terhadap perkara pembangunan Kota Idaman di Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa kini ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Wakapolres Gowa Kompol Muh. Fajri Mustafa didampingi Kasubbag Humas Akp M Tambunan saat menggelar press conference, Sabtu (02/03) siang.

“Polres Gowa kini telah meningkatkan status perkara pembangunan Kota Idaman di Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa ke tahap penyidikan,” ujar Wakapolres Gowa.

Peningkatan status ke tahap penyidikan tersebut didasari dari hasil gelar perkara di Polda, yang mana disepakati bahwa terdapat tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum dalam Pembangunan Kota Idaman tahun 2015 lalu tersebut.

Lebih lanjut, sekaitan dengan rangkaian penyelidikan yang dimulai awal bulan Februari lalu itu, pihak Polres Gowa juga telah melakukan koordinasi dan pemeriksaan dengan berbagai pihak, termasuk PTPN XIV, BPN Gowa, Pemkab Gowa dan manajemen perusahaan developer yang melakukan transaksi pada tahun 2015 lalu.

“Penyidik yang dipimpin langsung Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga juga sudah melakukan olah TKP dengan mendatangi lokasinya langsung di Kecamatan Pattalassang bersama BPN Gowa, dan menemukan fakta-fakfa signifikan untuk membangun penyidikan,” kata Kompol Muh. Fajri.

Diketahui rencana pembangunan Kota Idaman pernah menjadi tema pembicaraan di unsur Forkompimda Gowa pada tahun 2015, ketika Bupati Gowa masih dijabat oleh Bpk. Ichsan Yasin Limpo, dimana pada saat itu sejumlah pembeli dari Forkompimda ditawarkan kavling-kavling tanah dengan luas beragam, dengan harga rata-rata Rp26.000/m2.

Tak hanya itu, mereka yang telah melakukan transaksi sejak tahun 2015 itu pun bahkan diketahui hingga saat ini belum mendapatkan sertifikat dan penyerahan kavling-kavling yang telah ditransaksikan tersebut. “Jadi, jelas sekali tindak pidananya. Untuk itu, kami menghimbau kepada para pihak yang dulu melakukan transaksi pembelian tanah tersebut, dapat melaporkan peristiwa ini ke Polres Gowa, guna meminta pertanggungjawaban pidana dari para pelakunya,” tegas Wakapolres Gowa.

Adapun Polres Gowa juga membuka Posko Pengaduan di Kantor SPKT Polres Gowa, atau dapat mengubungi Satreskrim Polres Gowa di 0811 415 608. “Kami membuka ruang konsultasi baik di kantor atau per telepon dengan para korban yang hendak melaporkan peristiwa tersebut,” tutup Kompol Muh.Fajri.

HUMAS POLRES GOWA

BERITA TERKAIT

5 comments

KOLOM KOMENTAR