Kisah Ipda Sukandi Dehi Personel Polres Sinjai Bangun Mesjid

  • Bagikan

Sinjai – Berawal dari ingin memakmurkan Mesjid dengan shalat berjamaah bersama warga di Komplek Perumahan Nelayan, di Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Personel Polres Sinjai yang dulunya bertugas di Polsek Sinjai Timur, Ipda Sukandi Dehi, sebagai Wakapolsek, nekad membangun Mesjid didalam Kompleks Perumahan Nelayan, dengan modal awal hanya Rp 5 juta.

Tidak tanggung-tanggung, Mesjid yang akan dibangunnya bersama warga Kompleks Perumahan Nelayan, berukuran 10 x 10 meter, diatas lahan kosong dalam area Perumahan.

Ipda Sukandi Dehi, menyampaikan, awalnya dirinya kesulitan untuk melaksanakan ibadah shalat berjamaah di Mesjid, disebabkan dalam kompleks Perumahan Nelayan tersebut tidak ada dibangun oleg pihak Depelover sarana ibadah bagi ummat Islam.

“Awalnya saya bersama warga perumahan sangat sulit melaksanakan ibadah shalat berjamaah di dalam perumahan Nelayan, karena tidak ada Mesjid,”kenangnya.

“Pada saat itu saya bersama warga harus keluar berkendara dari kompleks perumahan untuk pergi shalat di Mesjid yang jaraknya dari perumahan kurang lebih 1 kilo meter,” Ujarnya.

“Sehingga lanjut Ipda Sukandi,” saat itu saya nekad dan berikhtiar demi kepentingan umat Islam untuk memakmurkan Mesjid dalam melaksanakan shalat berjamaah di Mesjid.

“Saya rapat kecil-kecilan bersama lima orang warga perumahan menyusun Panitia kecil untuk memusyawarahkan pembangunan Mesjid di dalam Kompleks.

Alhamdulillah, warga sepakat, dan menunjuk saya sebagai Ketua Panitia pembanguan Mesjid.

“Berangkat dari situ kami mulai bergerak dengan modal awal hanya Rp 5 Juta. Uang inilah yang saya pakai pertama kali untuk DP di salah satu toko bahan bangunan diKota Sinjai,”urainya.

“Atas pertolongan Allah SWT, para donatur pada datang memberikan bantuan berupa bahan material yang kita butuhkan untuk membangun Mesjid tersebut.

Namun sebelum dimulainya pembangunan Mesjid pada 8 Desember 2022 lalu, saya mengundang orang dari Kementrian Agama melalui petugas Depag Sinjai untuk penentuan arah kiblat,”tutur Ipda Sukandi.

Hingga akhirnya mesjid tersebut selesai dalam waktu 2 bulan dan pada tahun ini sudah digunakan shalat tarawih berjamaah oleh warga perumahan pada ramadan 1444 Hijriah ini, atas kuasa Allah SWT.

Adapun nama Mesjid tersebut atas kesepakatan warga perumahan memberikan nama Mesjid Qaryat Dehi Alsayd.

Mesjid ini Alhamdulillah bisa menampung jamaah sekitar 80 orang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *