Dihadapan Kapolres Jaktim dan Wakil Camat, Warga CBU Curahkan Isi Hati Agar Tawuran Tak Terulang Kembali

  • Bagikan

Tribratanews, Jakarta – Pihak Kepolisian bersama TNI, warga dan para pejabat perangkat pemerintahan setempat kembali menggelar diskusi untuk membahas pencegahan terjadinya tawuran kembali di Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur.

Rapat yang berlangsung di Kantor Kel Cipbesut Jl. Swadaya No. 2 RT 006, RW 12 Kel Cipinang Besar Utara Kec Jatinegara Jakarta Timur, pada Senin 22-01-2024) itu, dihadiri Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly SIK, MH, MSI.

Dihadapan Kapolres Metro Jakarta Timur dan Wakil Camat Jatinegara Kelik Susanto, warga yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan sejumlah masukan dan menjelaskan berbagai akar penyebab serta memecahkan permasalahan tawuran tersebut.

Dari keterangan Ketua RW 002, selain mengulas kronologi kejadian tawuran itu, ia berharap untuk mencegah tawuran agar tidak pecah kembali, dilakukan pemasangan pagar dan penerangan jalan.

“Pemasangan penerangan jalan lampu, sehingga dapat mengetahui warga ataupun bukan, dan pemasangan CCTV,” imbuh Ketua RW 002.

Selain itu, ia juga berharap kehadiran TNI Polri melakukan patroli yang lebih inten, dan jika diperlukan mendirikan pos polisi. Serta melakukan patroli cyber guna mencegah terjadinya tawuran, dan melakukan operasi petasan.

“Harapan saya kepada RW 001 menjadikan kerukunan kita terjadi kembali seperti keluarga,” pintanya.

Ia juga menjelaskan, untuk mencegah tawuran harus melibatkan anak-anak muda baik dari RW 1 maupun RW 2 dan dikumpulkan di suatu tempat seperti lapangan.

“Disitu kita duduk bersama dan membuat statment secara bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT 002, RW 002 tak menampik, jika tawuran yang kerab terjadi membuatnya bosen. “Saya sampe bosen tawuran dari 2019, sampai-sampai saya pasang pintu dan pohon berduri itu pun belum berhasil,” ungkapnya.

Menurutnya, ada dua faktor penyebab tawuran antara warga RW 01 dan RW 02 tersebut. Pertama, karena petasan, yang kedua iseng, yang tadinya nembak ke atas jadi kelawan. Sehingga harus ada pelarangan penjualan petasan kecuali malam tahun baru dan takbiran.

“Dan perlu dilakukan patroli yang lebih sering,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RW 001, dalam sambutannya menyatakan hal yang sama, ia satu suara dengan Ketua RW 02 bahwa RW 01 dan RW 02, benar-benar adalah keluarga.

Ia pun menjelaskan bahwa tawuran tersebut sudah sering berulang, pertama malam takbiran yang kedua malam tahun baru selanjutnya ada beberapa hari kemarin lalu.

“Pada malam tahun baru jajaran Kelurahan sidak di wilayah kita dan tidak lama 15 menit setelah itu terjadi tawuran dan hanya terjadi ketika melaksanakan salat subuh dan itu terjadi berulang sekitar jam 08.00 pagi,” terangnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan, jika terjadi kesepakatan sementara dengan RW 2 untuk diadakan pos pantau, dan ternyata sebelum kita buat pantau justru tawuran terjadi kembali.

“Saya dan Pak RW 002 sudah bersepakat mengumpulkan anak-anak remaja baik dari RW 001maupun RW 2 dan pada tanggal 3 Januari saya bersama LMK di wilayah saya menanyakan permasalahan yang terjadi dan mereka mengatakan melalui media sosial.

“Dan kami memberikan saran untuk tidak menanggapi,” pungkasnya.

Sementara tanggapan dari LMK RW 002 mengatakan, semenjak adanya tol Becakayu, lokasi tersebut menjadi seperti ajang tempat yang baru untuk mereka melakukan tawuran. Ia juga sepakat untuk dibuatkan pagar.

“Harapan saya untuk pemasangan pagar yang agak lebih tinggi untuk dapat mencegah terjadinya tawuran,” harapnya.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan katanya, terjadinya tawuran, di samping adanya petasan, ada juga karena peredaran minuman-minuman keras yang dikonsumsi anak-anak remaja baik yang menjual maupun yang mengkonsumsi juga.

Senada dengan LMK RW 02, LMK RW 001 mengatakan, untuk di wilayahnya sendiri, akibat adanya minuman tidak hanya menyebabkan tawuran saja, akan tetapi dengan teman sendiri bisa terjadi saling pukul (berantem).

“Memang dengan adanya becakayu itu dijadikan lokasi berkumpul sebelum melakukan tawuran. Saya setuju dengan Ketua RW 001 maupun RW 002 agar di buat pagar tinggi seperti di Berland supaya tidak terjadi tawuran kembali,” imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat menjelaskan, bahwa tawuran antara RW 1 dan RW 2 ini biasanya terjadi pada malam hari dan di kuburan CBS, dan itu dipicu karena minuman keras.

“Kenapa saya simpulkan, bahwa memang berasal dari minuman karena ini bukan yang pertama dan sudah sering terjadi. Kami betul-betul ingin bekerjasama dengan mengatasi persoalan ini sampai ke akar akarnya,” jelasnya.

Meski demikian, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Metro Jakarta Timur yang telah melakukan tindakan preventif. “Dan semoga upaya ini berhasil,” pungkasnya.

Dari sejumlah penjelasan dan masukan warga tersebut, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Aly Lilipaly menegaskan, bahwa dalam mencegah tawuran tersebut pihaknya masih mengedepankan cara preventif. Dan baginya tindakan penegakan ultimem premedium, adalah yang terakhir.

“Prinsip saya tindakan penegakan ultimem premedium itu adalah tindakan yang terakhir yang saya lakukan apabila benar-benar sudah tidak dapat dibina,” jelasnya.

Menurut Kapolres, langkah pertama adalah bersama-sama membuat komitmen, dan apabila langkah-langkah ini sudah dilakukan warga masih bandel maka akan dilakukan tindakan upaya hukum. Dan tidak ada ampun lagi.

“Kapanpun saya bersedia untuk dilakukan upaya-upaya pencegahan, selama saya masih sehat, saya akan siap. Saya akan berusaha dengan prinsip dari hati ke hati dan harapan benar-benar bisa terbuka hatinya,” tegas Kapolres.

Dalam bicara hulum kata Kapolres, ada tiga hal perlu kita perhatikan adapun yang pertama kepastian hukum, yang kedua kemanfaatan hukum yang ketiga keadilan hukum.

Sekedar untuk diketahui, adapun kesimpulan atau notulen rapat tersebut sebagai berikut.

Wakil Camat:
– Lanjuti harapan dari masyarakat baik dari RW 001 dan RW.002
– Kita akan undang agar sekeliling taman tersebut kita pagar termasuk penerangan.
– Kita akan berkomunikasi dengan bina marga untuk melakukan pemanggaran baik dari RW 1 maupun RW 2
– Terkait miras, melakukan operasi Linus miras dan juga obat obatan.
– Nanti kita pertimbangkan untuk pembangunan pagar maupun penerangan dan kita sampaikan ke Dinas Binamarga
– Apabila dibutuhkan pertemuan baik dari masyarakat maupun perangkat benar-benar bukan hanya sebatas pertemuan saja.

Kapolres Metro Jakarta Timur:
– Silakan Kasat Narkoba lidik siapa bandar narkoba dan adanya peredaran narkoba di lokasi.
– Silakan ibu Kapolsek Jatinegara anghota patrolinya dan juga Kasat Samata lakukan patroli.
– Patroli Cyber benar-benar lakukan pengawasan di dunia maya dan apabila terdapat bukti yang cukup lakukan penindakan.
– Untuk harapan masyarakat sudah kita terima dan kita jembatani dan sudah didengar langsung oleh pihak terkait dalam hal ini Wakil Camat dan sudah dijelaskan tadi mengenai pemasaran penerangan sudah disampaikan juga akan disampaikan kembali kepada pihak-pihak yang terkait binamarga.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *