Warga Kramatjati yang Hidup Sebatangkara Ditemukan Meninggal Dirumahnya, Polisi Evakuasi Jasad Korban

  • Bagikan

Tribratanews, Jakarta – Seorang pria warga Kramatjati yang hidup sebatangkara ditemukan meninggal dirumahnya, di Jalan Gereja RT 03, RW 08 Kel Cililitan, Kec Kramatjati, Jakarta Timur, pada Rabu 02 Mei 2024, sekira Pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Kramat Jati, Kompol Hj. Tuti Aini, SH, MSI melalui Kanit Intelkam Polsek Kramatjati Ipda Rudi Hermawan yang melakukan pengecekan ke TKP bersama sejumlah personel lainnya, pria tersebut diketahui bernama Nelson Tampubolon (60).

Dari hasil pemeriksaan kepada sejumlah saksi, korban diketahui tinggal dirumah (TKP) hanya seorang diri, tidak tinggal satu rumah dengan Isteri dan anaknya sudah sekitar hampir 1 (satu) tahun.

Dari keterangan saksi 1 inisial EMB, (Istri) bahwa pada hari Kamis tanggal 02 Mei 2024 sekira Jam 14.00 Wib ia bersama dengan anaknya yang bernama Ray dan saksi 2, K (Keponakan) berkunjung kelokasi (TKP) untuk menemui korban karena sudah sekitar 1 (satu) minggu tidak ada kabarnya.

Sesampai di TKP saksi 1 mengetuk dan memanggil-manggil korban namun tidak ada jawaban. Kemudian saksi-1 membuka pintu rumah sudah tidak terkunci (pintu rumah dalam keadaan tertutup akan tetapi tidak terkunci), dan bersamaan dengan itu tercium bau tidak sedap.

Kemudian saksi-1 bersama saksi-2 dan anaknya almarhum masuk kedalam rumah dan pintu kamar pun tidak terkunci. Kemudian terlihat bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dalam keadaan membusuk, kemudian setelah itu saksi-1 memberitahukan kepada saudara-saudaranya.

Saksi-1 menjelaskan, bahwa satu minggu yang lalu persis pada hari Rabu, tanggal 24 April 2024, bahwa saksi-1 bersama korban dan keluarga lainnya pergi bersama untuk membesuk keluarga korban. Dan selama ini bahwa korban tidak pernah mengeluh mempunyai penyakit.

Sedangkan keterangan saksi-2 bahwa pada hari Kamis tanggal 02 Mei 2024 sekira Jam 14.00 Wib saksi-2 datang ke TKP bersama dengan saksi-1 dan anaknya, kemudian saksi-1 ketuk pintu sambil memanggil-manggil korban namun tidak ada jawaban kemudian saksi-1 membuka pintu rumah sudah dalam keadaan tidak terkunci dan bersamaan dengan itu tercium bau tidak sedap setalah itu saksi-1 masuk kedalam rumah bersama dengan anaknya kemudian saksi-1 memberitahukan bahwa korban telah meninggal dunia sudah membusuk berada didalam kamar.

Dan bersamaan dengan itu saksi-1 menyuruh adiknya yang bernama Very untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga almarhum.

Menurut keterangan saksi 3 bahwa saksi-3 terakhir melihat korban pada malam Jum’at yaitu pada tanggal 25 April 2024 telah melihat korban sedang ngopi di warung di depan rumah korban. Dan saksi-3 menjelaskan bahwa selama ini korban tidak pernah mengeluh sakit dan saksi-3 mengetahui kejadian tersebut setelah diberitahukan oleh pihak keluarga korban.

Sementara itu, pihak kepolisian yang melakukan olah TKP, korban diketemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia berada didalam kamar tengah (kamar anaknya), sudah mulai membusuk dalam posisi celentang diatas kasur menggunakan baju kaos biru Dongker, celana panjang warna hitam.

Dari hasil pemeriksaan, kondisi di tubuh korban tidak ada tanda – tanda penganiayaan atau kekerasan. Selanjutnya jenazah korban dibawah ke Rumah Sakit Polri Kramatjati guna dilakukan Visum Et Rerentum.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *