Polisi Evakuasi Jasad Laki-laki yang Ditemukan Meninggal di Bawah Jembatan Penyeberangan Busway Cililitan

  • Bagikan

Tribratanews, Jakarta – Kepolisian Sektor Kramatjati melakukan evakuasi dan cek TKP terkait adanya seorang laki-laki yang ditemukan meninggal dunia di bawah sebelah Jembatan penyeberangan Busway Cililitan PLN Cililitan Jl. Mayjen Sutoyo Kel.Cililitan Kec. Kramatjati Jakarta Timur, pada Sabtu (22-06-2024).

Dari hasil pengecekan yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Kramatjati AKP Biher Harianja, laki-laki yang ditemukan meninggal tersebut bernama Triyanto, warga Kebon Pala 1, RT.10, RW 07 Kel.Halim Perdana Kusuma Kec. Makasar, Jakarta Timur.

Bermula pada hari Sabtu tanggal 22 Juni 2024, sekira pukul 11.15 WIB, anggota Pospol Cililitan Aiptu Sigit Sugianto mendapat informasi dari warga telah ditemukan seorang laki-laki meninggal dunia.

Selanjutnya Aiptu Sigit Sugianto  menghubungi Kanit Reskrim AKP Biher Harianja, SH dan berikut Piket Fungsi mendatangi TKP.

Menurut keterangan saksi 1,Suryadi, bahwa korban adalah seorang grab yang biasa datang ke lokasi kejadian, dan pada hari Sabtu tanggal 22 Juni 2024 sekira Pukul 11.00 WIB korban datang seorang diri kelokasi kejadian sambil membawa bungkusan makanan.

Kemudian korban langsung duduk dibawah samping tangga penyeberangan. Setelah itu korban membuka bungkusan nasi yang dibawanya dan langsung memakannya setelah itu korban jatuh dari tempat duduknya dan telungkup di atas tanah.

Adanya kejadian tersebut kemudian saksi 1 memberitahukan saksi 2, Heri Mulyono, dan saksi 3, Indra Wahyudi umtuk membantu menolong korban namun korban sudah tidak tertolong (tidak bernapas) setelah itu saksi 2 langsung menghubungi pihak Polsek Kramatjati Jakarta Timur.

Menurut keterangan dari isteri korban yang bernama Suhartini, bahwa korban memiliki riwayat sakit jantung sudah sekitar 1 (satu) tahun yang lalu. Dan sekira Jam 06.30 WIB isteri korban sudah melarang korban untuk berangkat kerja mengrab.

Selain itu menurut keterangan isteri korban bahwa sekira Pukul 09.30 WIB, bahwa isteri korban telah menghubungi korban dan menyuruh korban untuk pulang dikarenakan korban belum sarapan pagi.

Dari hasil pengecekan, kondisi di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda – tanda penganiayaan/ kekerasan, dan isteri korban telah membuat pernyataan yang isinya bahwa meninggalnya korban sudah sebagai takdirnya dan korban akan segera dimakamkan sebagai mestinya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *