Labeli Jatinegara Hilang Tawuran, Kapolres Jaktim Gali Langsung Informasi dari Warga 

  • Bagikan

Tribratanews – Tawuran antar warga acap kali terjadi di wilayah Jatinegara, Belum lama ini, tawuran antar pelajar atau warga kembali terjadi di Cipinang Besar Utara.

Untuk mencegah tawuran kembali terjadi, sejumlah upaya dilakukan oleh pihak kepolisian. Salah satunya adalah berdialog langsung dengan warga, pada Selasa (29-11-2021).

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan turun langsung menemui warga, ia mencoba menggali sejumlah informasi penyebab tawuran di lokasi itu.

“Sebelum kita memulai pembahasan ini lebih jauh saya ingin menggali pertanyaan dari rekan-rekan warga sekalian, saya ingin tahu apa akar permasalahan sehingga sampai bertahan tahun masih terjadi tawuran di lingkungan kelurahan Cipinang Besar Utara,” imbuh Kapolres.

Dialog pun dilakukan, Selain Kapolres Jaktim, Kapolsek Jatinegara, Kompol Kompol Yusup Suhadma, hadir juga warga para ketua RW, LMK, Ketua RT Ketua Siskomas, dan para FKDM.

Warga yang turut dialog di kediaman Ketua RW. 05 Jalan Prumpung Tengah No.25 RT. 04 RW. 05 Kel. Cipinang Besar Utara Kec. Jatinegara Jakarta Timur, menyampaikan sejumlah persoalan pemicu tawuran kepada Kapolres Jaktim.

Mulai dipicu pendidikan yang kurang memadai. Tidak adanya antisipasi dari orang tua, dan karena perebutan masalah wanita dan dan saling menantang.

Kemudian motif yang lain adalah masalah rebutan lahan Parkir dan ekonomi, bahkan pengurus RW dimusuhi oleh warga yang bermasalah akibat imbas mengamankan pelaku tawuran.

Selain itu juga dipengaruhi lokasi rumah yang tidak memadai yaitu rumah yang sempit namun penghuninya banyak sehingga waktu istirahat dilakukan secara bergantian. Kemudian para pelaku tawuran warga dari Luar Cipinang Besar Utara, dan masalah minuman keras diwilayah Cipinang Besar Utara yang banyak dikonsumsi oleh anak ABG.

Dari sejumlah persoalan tersebut Kapolres mencoba menjawab bagaimana mengantisipasi aksi tawuran. Dan menurut Kapolres, tawuran akan terjadi kembali dikarenakan bersifat individu dan tawuran melalui medsos dengan mencari lokasi yang sepi.

“Karena tawuran sering terjadi antara jam 02.00 sampai jam 05.00 WIB dimana para orang tua tidak mencari tahu keberadaan anaknya,” jelas Kapolres.

Untuk mengatasi hal tetsebut lanjut Kapolres, agar dilakukan penutupan lokasi favorit yang sering dijadikan lokasi tawuran, contohnya pasang penerangan dan CCTV.

Kemudian memperdayakan 3 pilar untuk menyentuh orang tua untuk menghimbau anaknya agar tidak nongkrong pada tengah malam.

“Ancaman sekarang ini adalah budaya internet dari luar yang mempengaruhi prilaku budaya warga sehingga dapat menciptakan situasi yang tidak bagus,” ungkapnya.

Oleh karena itu kata Kapolres, agar semua pihak turut melakukan atau memberikan himbauan secara bersama – sama terutama para orang tua kepada anaknya.

“Marilah kita selalu memperhatikan anak – anak kita agar tidak terpengaruh oleh kejahatan dari luar, awasi jangan berbuat yang tidak baik.

Tak itu saja, Kapolres juga berharap agar para RT dan RW meningkatkan kembali fungsi Siskamling dan Ronda di setiap wilayahnya, dan tidak sungkan – sungkan meminta bantuan kepada Kapolsek.

” Salah satu solusi mencegah tawuran agar menjadikan warga masyarakat untuk memolisikan dirinya dengan cara mencegah aksi tawuran. Saya ingin label Jatinegara sebagai tempat tawuran hilang dengan bantuan dari bapak – bapak kelurahan Cipinang Besartuntas. ,” harapnya.

Kemudian untuk para pelaku tawuran Kata Kapolres, pihaknya akan memproses hukum hingga tuntas. apalagi sampai ada yang meninggal dunia. Dan tak luput ia juga telah menginstruksikan untuk patroli di wilayah rawan terjadinya tawuran dan program baru dari bapak Kapolda di backup oleh Sabhara dari polres Metro Jaktim.

“Mereka sifatnya patroli di tengah malem antisipasi wilayah rawan tawuran,pungkasnya.

Diakhir arahanya, Kapolres berterima kasih kepada para ketua RW yang sudah melakukan upaya-upaya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi tawuran.

” Mungkin ada beberapa ranah yang bersifatnya masalah kehidupan sosial nanti saya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengatasi permasalah tersebut,” tutup Kapolres.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *