Tipu Pengusaha Hingga Belasan Miliar, Pasutri Dibekuk Polisi

Tribratanews – Nekat menipu, menggelapkan uang beberapa korbannya, pasangan suami istri (Pasutri) Lyana (LW) dan George (GRH) ditangkap anggota Subdit II Fismondev Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Tak main-main, total kerugian yang dialami oleh para korbannya mencapai belasan miliar dengan tempat kejadian perkara di Tangerang Selatan, Banten, Glodok, Jakarta Barat, Bukit Barisan Kota Medan, Sumatera Utara dan Surabaya, Jawa Timur.

“Modusnya, tersangka dengan bujuk rayu menawarkan dan menjual valas
dengan mata uang asing ke para korban. Tentunya dengan janji keuntungan yang sangat menggiurkan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Raden Argo Yuwono dalam siaran persnya di gedung Main Hall, Senin (11/2/2019).

Berbekal 4 Laporan Polisi (LP) LP/5349/X/2018/PMJ/Dit Reskrimsus, tanggal 4 Oktober 2018, LP/5744/X/2018/PMJ/Dit Reskrimsus, tanggal 23 Oktober 2018, LP/1408/X/2018/SPKT III, tanggal 15 Oktober 2018 dan LP/B/1289/X/2018/Bareskrim, tanggal 11 Oktober 2018 akhirnya Polisi dapat mengungkap kasus ini serta meringkus kedua pelaku.

Selain meringkus kedua pelaku polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa neberapa lembar aplikasi setoran/transfer/kliring/inkaso ke beberapa rekening Bank, beberapa lembar bukti setoran tunai ke beberapa rekening Bank, beberapa lembar konfirmasi Transaksi ke rekening beberapa Bank, beberapa lembar tanda bukti penyetoran ke rekening beberapa Bank, (satu) lembar fotocopy tanda buktipenyetoran ke rekening beberapa Bank, 1 (satu) bundle print out percakapan melalui WhatsApp antara Tersangka LW dengan beberapa
korban dan 6 (enam) lembar print out percakapan WhatsApp antara Money Changer dengan tersanga LW
.

“Korban yang melapor saat ini sudah ada 4 orang, tidak menutup kemungkinan akan ada korban lain,” punkas Argo.

Argo menambahkan jika kedua pelaku melakukan penipuan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Faktor ekonomi,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 49 ayat (1) huruf a
dan ayat (2) huruf b UU RI No. 7 tahun 1992 tentang Tindak Pidana Perbankan sebagai mana telah di
ubah dengan UU RI No. 10 tahun 1998 dan atau Pasal 3 UU RI No.8 tahun 2010 tentang TPPU, Pasal 378 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun, Pasal 372 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan Pasal 49 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf b UU RI No. 7 tahun 1992 tentang Tindak Pidana
Perbankan, dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun dan paling lama 8
(delapan) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)
dan paling banyak Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) serta Pasal 3 UU RI No.8 tahun 2010 tentang TPPU, dengan pidana penjara paling lama 20 tahun penjara.

(Tribratanews.id/Yori)

BERITA TERKAIT

KOLOM KOMENTAR